Detik JaTIm Bensin Eceran Lebih Mahal Dan Pembatasan Picu Antrean Di SPBU Tulungagung Baca Artikel Detikjatim
Bensin Eceran Lebih Mahal dan Pembatasan Picu Antrean di SPBU Tulungagung
Baca artikel detikjatim, "Bensin Eceran Lebih Mahal dan Pembatasan Picu Antrean di SPBU Tulungagung"
Tulungagung - Antrean sepeda motor membeli Pertalite di hampir semua SPBU di Tulungagung menjadi fenomena yang aneh. Sebab, antrean itu masih saja terjadi ketika pemerintah sudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan Pertalite.
Fenomena panic buying yang ditandai antrean mengular di hampir semua SPBU di Jawa Timur sebelumnya sempat terjadi menjelang kenaikan harga BBM. Ya, bisa dibilang antrean di SPBU Tulungagung ini bisa dibilang bukan antrean panic buying karena terjadi setelah BBM naik.
Warga Tulungagung Aris mengatakan dia melihat antrean Pertalite itu salah satunya disebabkan penerapan pembatasan kuota pembelian di beberapa SPBU yang ada.
Baca artikel detikjatim, "Bensin Eceran Lebih Mahal dan Pembatasan Picu Antrean di SPBU Tulungagung" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6281157/bensin-eceran-lebih-mahal-dan-pembatasan-picu-antrean-di-spbu-tulungagung.
"Pengalaman saya mengisi bensin pakai sepeda motor maupun mobil, di beberapa SPBU di Tulungagung itu ada yang sudah menerapkan pembatasan dengan sistem pindai barcode MyPertamina, sehingga proses beli jadi agak lama," ujar Aris kepada detikJatim, Kamis (8/9/2022).
Baca juga:
Aneh! Antrean SPBU Masih Mengular di Tulungagung, Kenapa?
Aris mengaku juga pengguna mobil. Berdasarkan pengalamannya, penerapan aplikasi MyPertamina memang sudah ada di sejumlah SPBU di Tulungagun, tapi tidak semuanya.
"Setahu saya ada yang sudah diminta pakai aplikasi. Tapi ada juga yang cuma dicatat nomor kendaraannya lalu dikasih tahu maksimal pembelian cuma Rp 200 ribu. Saya juga pernah mengalami itu," katanya.
Faktor lain yang menyebabkan antrean sepeda motor di SPBU Tulungagung, menurut Aris karena sejumlah warga di lingkungan tempat dia tinggal memang saat ini lebih memilih membeli BBM ke SPBU daripada ke penjual bensin eceran.
Menurutnya, harga yang ditawarkan pembeli eceran saat ini lebih mahal karena jenis BBM yang dijual rata-rata Pertamax. Sementara bensin Pertalite yang lebih murah hanya bisa didapatkan di SPBU.
"Pengecer, kan, enggak boleh jual Pertalite. Adanya pertamax. Ini setahu saya, ya. Makanya warga yang masih ingin beli Pertalite mau enggak mau harus ke SPBU. Mungkin karena itu juga akhirnya SPBU-nya jadi ramai," ujarnya.
Sebelumnya, mengenai alasan rela mengantre beli BBM untuk sepeda motor di SPBU, seorang pembeli bernama SR yang ditemui detikJatim mengungkapkan dirinya sengaja antre beli BBM di SPBU berulang kali dalam sehari karena alasan tertentu.
SR mengaku sejak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu dia memang rela mengantre beli BBM Pertalite ke SPBU dengan sepeda motornya, kemudian BBM itu akan dia transfer ke mobilnya.
"Ya karena kalau beli pertalite pakai mobil harus pakai aplikasi, kalau sepeda motor, kan, enggak. Lumayan (mengisinya) kalau pakai motor laki kayak gini," ujarnya.
Baca artikel detikjatim, "Bensin Eceran Lebih Mahal dan Pembatasan Picu Antrean di SPBU Tulungagung" selengkapnya https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6281157/bensin-eceran-lebih-mahal-dan-pembatasan-picu-antrean-di-spbu-tulungagung.
selengkapnya https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6281157/bensin-eceran-lebih-mahal-dan-pembatasan-picu-antrean-di-spbu-tulungagung.

